Sabtu, 12 Januari 2013

NASA: RIBUAN ASTEROID BERGERAK DEKATI BUMI



Astronesia-National Aeronautics and Space Administration (NASA) melalui teleskop luar angkasa WISE menunjukkan sekira 4.700 asteroid, sedikitnya dengan lebar 330 kaki (100 meter) akan berada dalam posisi terdekat dengan Bumi.

Dilansir Discovery, Rabu (12/12/2012), sejauh ini, peneliti telah menemukan kurang dari 30 persen batu luar angkasa besar ini. Asteroid ini kabarnya mampu menghancurkan area tertentu (seluas negara) di sebuah planet apabila mereka berhasil menghantam permukaan planet tersebut.

Ilmuwan telah menemukan sekira 9.000 asteroid dekat Bumi. Ilmuwan juga mengungkapkan bahwa ada sekira satu juta atau lebih jumlah asteroid yang ada di luar angkasa.

Baru-baru ini ilmuwan NASA juga menemukan asteroid yang mendekati Bumi, dengan kode nama 2012 XE54. Tercatat, benda luar angkasa ini ditemukan pada 9 Desember 2012 dan berjarak 140 ribu mil (230 ribu kilometer) dari Bumi pada 11 Desember 2012, pukul 5 a.m. EST (1000 GMT).

Astronom memperkirakan bahwa 2012 XE54 memiliki lebar 120 kaki (36 meter). Ukuran asteroid ini cukup besar untuk menyebabkan kerusakan bila asteroid ini jatuh ke Bumi.

Selain 2012 XE54, ilmuwan NASA juga beberapa waktu lalu menemukan asteroid dengan kode nama Toutatis 4179. Asteroid ini ditemukan pertama kali pada 1989.

Asteroid ini mendekati Bumi setiap empat tahun sekali. Asteroid ini dapat terlihat dengan jelas menggunakan teleskop.
Asteroid berukuran panjang 2,7 mil serta lebar 1,5 mil ini dianggap berpotensi berbahaya ketika berada dalam posisi paling dekat dengan Bumi pada 12 Desember. Jarak terdekat ini sekira 4,4 juta mil atau 18 kali lipat jarak Bumi dengan Bulan

Sumber: Okezone.com

ASTEROID PENYEBAB KEPUNAHAN DINOSAURUS MASIH MENJADI MISTERI



Ilustrasi asteroid menabrak bumi menyebabkan kepunahan dinosaurus. Credit: NASA/Donald E. Davis
Asteroid yang menabrak bumi 65 juta tahun yang lalu masih menjadi misteri, menurut studi terbaru.

Beberapa peneliti mengatakan bahwa salah satu bagian terbesar dari asteroid Baptistina menabrak bumi dan menyebabkan kepunahan dinosaurus dan speseis lainnya. Menurut teori sebelumnya, asteroid Baptistina menabrak asteroid lainnya di sekitar sabuk utama diantara Mars dan Jupiter, kemudian salah satu bagian tersebsarya menuju dan menghantam bumi, namun saat ini teori tersebut nampaknya diragukan kebenarannya. Berdasarkan studi terbaru dengan teleskop WISE (Wide-field Infrared Survey Explorer) milik NASA, diyakini bahwa bagian asteroid tersebut tidak datang dari Baptistina.

http://astronesia.blogspot.com/
Pecahan asteroid besar yang diduga menghantam bumi setelah bertabrakan dengan asteroid lainnya di sabuk utama antara Mars dan Jupiter. Credit: NASA/JPL-Caltech

Mempertanyakan Teori

Dikutip dari space.com, Rabu (21 September 2011), bahwa teori Baptistina pertama diungkapkan oleh beberapa astronom pada tahun 2007. Saat itu astronom menggunakan data dari teleskop untuk memperkirakan ukuran dan pecahan-pecahan asteroid. Dengan menggunakan hasil perkiraan itu, ahli menentukan bahwa bagian asteroid yang besar pecah akibat tabrakan pada 160 juta tahun yang lalu kemduain hasil pecahan lainnya menyebar ke orbit yang berbeda dan bagian terbesarnya jatuh menumpa bumi menyebabakan kepunahan dinosaurus.

Sejak penelitian itu, banyak peneliti yang meragukan bahwa asteroid Baptistina yang menabrak bumi. Dan studi terbaru memang meragukan hal itu.

Melihat Infarmerah

Teleskop WISE mengamati langit dalam cahaya inframerah mulai Januari 2010 sampai Februari 2011. Teleskop mengumpulkan data 157 ribu asteroid di sabuk utama antara Mars dan Jupiter dan menemukan lebih dari 33 ribu batuan di ruang angkasa.

WISE juga mengukur ukuran dan refleksitas 1056 keluarga dari asteroid Baptistina. Dan pengukuran ini lebih akurat dari usaha sebelumnya yang pada akhirnya membuat perkiraan lebih akurat tentang usia keluarga asteroid., kata para peneliti.

Observasi terbaru meyakinkan bagian Baptistina pecah hanya 80 juta tahun yang lalu, bukan 160 juta tahun yang lalu, seperti yang dipikirkan ilmuwan.

"Ini tidak memberikan sisa-sisa yang sangat banyak dari tabrakan untuk pindah ke tempat resonansi, dan melemparkannya ke Bumi 65 juta tahun lalu," kata Amy Mainzer, NASA's Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena, California.

Titik resonansi adalah area di sabuk asteroid utama dimana dorongan gravitasi dari Jupiter dan Saturnus bisa melemparkan asteroid keluar dari sabuk dan mengarahkannya ke jalur tabrakan dengan bumi.

Meskipun WISE melakukan pengamatan hingga Februari 2011, namun peneliti akan terus melanjutkan observasi itu untuk memetakan batuan di tata surya. Meraka ingin mendapatkan bukti dari mana asteroid berasal dan dimana mereka berada.

"Kami sedang bekerja membuat family tree tentang asteroid". Kata pemimpin studi Joseph Masiero dari JPL. "Kami mulai menyempurnakan gambaran kita bagaimana asteroid di sabuk utama hancur bersama dan bercampur aduk", tambahnya

(astronomi.us)

UFO DITEMUKAN DI FOTO MISI APOLLO 12


Astronesia-Kali ini ada berita seputar UFO lagi sob,tentang objek tak dikenal pada saat misi apollo 12 di Bulan.

Seperti yang dilansir Astronesia dari Ufosightingdaily.com seperti berikut :

http://astronesia.blogspot.com/
Perbandingan antara foto asli dan foto yang dikaburkan oleh NASA

"Aku melihat arsip gambar dari misi Apollo dan menemukan 1 gambar yang berisi UFO didalamnya.Foto ini 100% asli dan tanpa di edit sedikitpun.Foto di bawahmenunjukkan gambar yang asli setelah di perbesar dan di atas anda sudah bisa membandingkannya sendiri.UFO telah sengaja dikaburkan oleh NASA untuk menyembunyikan warna dan detail aslinya bahkan warna bulan berubah menjadiabu-abu.Seringkali NASA menangkap foto sesuatu yang aneh tapi mereka kadang mengaburkan atau menghapusnya untuk alasan apa? Untuk menyembunyikan fakta-fakta dan membuat lebih sulit bagi Anda untuk menemukan kebenaran ... bahwa alienada" Scott C Warring.



Foto yang diubah NASA silahkan liat disini : http://www.lpi.usra.edu/resources/apollo/fram/?AS12-51-7552

Sumber foto asli dari NASA sengaja tidak di posting oleh SCW karena dia tidak ingin NASA atau NSA menghapusnya.... etika sederhana.

Author : Scott C Warring 

Sumber : Ufosightingdaily

FOTO PENAMPAKAN BENDA ASING YANG MONGORBIT BUMI OLEH NASA YANG BOCOR KE PUBLIK

Sahabat space adventure-Berikut ini adalah beberapa foto yang bocor dari NASA Johnson Space Center.Foto ini diambil oleh satelit NASA yang mengorbit bumi.Menurut Scott C. Waring,dia mempertaruhkan semua reputasinya bahwa foto ini adalah ASLI.

Dalam foto ini tampak sebuah pesawat asing yang mengorbit bumi.Pesawat ini bukan Stasiun ruang angkasa internasional atau satelit bumi.

Berikut foto-fotonya :














NAMA DAERAH DI INDONESIA DIABADIKAN DI PLANET MARS

Sahabat Space Adventure- Ternyata di planet Mars ada nama kota di indonesia yang diabadikan menjadi nama kawah.

Berikut beberapa nama kota di Indonesia yang diabadikan menjadi nama kawah di planet Mars :

1. Kawah Tomini

http://astronesia.blogspot.com/

Terletak di garis Lintang 16.1 dan garis bujur 125.8 serta memiliki Diameter 7.4 Km

Sedangkan Tomini di indonesia terletak di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara tepatnya teluk Tomini.

2. Kawah Tarakan

http://astronesia.blogspot.com/

Terletak di garis lintang -41.2 dan garis bujur -30.5 serta memiliki diameter 39.8 Km

Sedangkan kota Tarakan di Indonesia terletak di Kalimantan Utara

3. Kawah Sigli

http://astronesia.blogspot.com/
Dalam lingkaran Merah

Terletak di garis lintang -20.3 dan garis bujur -30.9 serta memiliki diameter 31.4 Km.

Sedangkan Sigli di Indonesia terletak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

4. Kawah Gah


Terletak di garis lintang -44.7 dan garis bujur -32.7 serta memiliki diameter 2.7 Km.

Sedangkan Gah di Indonesa terletak di Maluku.

Kamis, 10 Januari 2013

Apa Yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar?


Jika Bumi Berhenti Berputar
Sekedar perhitungan, keliling bumi di katulistiwa adalah 40.000 kilometer, sedangkan untuk satu kali rotasi diperlukan waktu 24 jam. Dengan demikian, kelajuan rotasi di Katulistiwa adalah v = 40.000 km / 24 jam = 1.667 km/jam atau 463 m/s. Karena kita berada di atas permukaan bumi, maka laju gerak melingkar kita sama dengan laju rotasi bumi, yaitu 463 m/s.
Jika bumi berhenti berputar secara mendadak, atmosfir masih akan bergerak dengan kecepatan diatas (1.667 km/jam). Atmosfir akan bergerak sangat cepat, sehingga akan menerbangkan daratan, daratan di sini adalah batu, tanah, pohon, bangunan, manusia dan binatang. Semua akan diterbangkan kedalam lapisan atmosfir itu sendiri..


Dan inilah jawabanya setelah bumi benar-benar berhenti berotasi :
  • Gravitasi yg dirasakan manusia meningkat puluhan kali lipat. Soalnya sebelumnya permukaan bumi itu berputar dengan kecepatan tinggi sehingga yg ada dipermukaanya mengalami gaya sentripetal yang melawan gaya gravitasi. (ini saja sudah cukup utk membunuh semua manusia)
  • Kemungkinan, semua area magnetik akan hilang, sehingga akan banyak sekali peralatan elektronik yg tidak lagi bekerja.
  • Setengah bumi yg tersinari matahari terus akan menjadi sangat panas, dan bagian yg malam terus akan menjadi sangat dingin, meskipun tentunya hal ini akan membuat air samudra dan angin berputar mengelilingi bumi krn perbedaan tekanan udara (bagian yg panas tekanan udaranya lebih rendah daripada bagian yg dingin).
Kalau bumi hanya berhenti berotasi dan tidak berhenti berevolusi mengelilingi matahari, itu artinya satu hari = satu tahun. Soalnya bagian yg disinari matahari akan tergantung dari posisi revolusi bumi.
Sumber: http://feryabiel.blogspot.com/2011/10/apa-jadinya-jika-bumi-berhenti-bergerak.html

Beginilah Jika Air Di Bumi Di Kumpulkan.




Berapa banyak bagian dari planet bumi yang terbuat dari air? Aktualnya sangat sedikit. Meskipun lautan air menutupi sekitar 70 persen dari permukaan bumi, samudra-samudra tersebut sangat dangkal dibandingkan dengan radius Bumi. Gambar di atas menunjukkan ilustrasi apa yang akan terjadi jika semua air di planet bumi (tepatnya di permukaan bumi) dikumpulkan menjadi bola.

Jari-jari bola ini hanya sekitar 700 kilometer, jauh kurang dari setengah radius Bulan bumi, tetapi sedikit lebih besar dari bulan Saturnus, Rhea yang, seperti kebanyakan bulan di luar Sistem Tata Surya kita, sebagian besar adalah air es. Bagaimana cara air sebanyak ini datang dan berada di Bumi dan apakah ada jumlah yang signifikan yang terperangkap jauh di bawah permukaan bumi akan tetap menjadi topik penelitian.

Total Tayangan Halaman